1. Pengertian
Data
Data ialah
sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan suatu
pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka,
matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai
bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Dalam kehidupan
banyak sekali hal-hal yang terjadi, keanekaragaman kejadian dari kehidupan
setiap orang berbeda-beda sehingga cara pandang setiap orang terhadap kejadian
tersebut pun berbeda-beda (sesuai dengan apa yang menjadi prinsip dan standar
atau tolak ukurnya).
Di dalam dunia
IT (Information Technology) pun sama, kesimpulan terhadap sesuatu yang
dianalisa mungkin berbeda tetapi hal itu dapat diminimalisir dan dihilangkan
selama apa yang menjadi pedomannya pun sama.
Dalam dunia IT
dan kebutuhan yang disesuaikan, ternyata banyak sekali kejadian yang jika kita
pandang untuk kemajuan teknologi dan komunikasi dapat dibuat prosedur dan
aturan yang sama sehingga informasi yang dibutuhkan dari suatu kasus akan sama.
Biasanya dalam dunia IT yang menjadi permasalahan adalah kasus-kasus yang
sering terjadi dan untuk penyelesaiannya masih dengan prosedur yang manual.
Beberapa contoh kasus yang terjadi dibeberapa tempat, seperti pengelolaan data
administrasi, pengelokaan data perpustakaan (sudah banyak yang tidak manual),
dan lain-lain. Untuk mengatasi beberapa contoh kasus diatas diperlukan
data dan informasi yang dibutuhkan.
Beberapa definisi tentang data
dari sudut pandang yang berbeda-beda:
1. Menurut berbagai kamus bahasa
Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari
kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
2. Dari sudut pandang bisnis,
data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu(resources) dan
kejadian (transactions) yang terjadi (business data is
an organization’s description of things (resources)and events (transactions)
that it faces).
3. Data adalah deskripsi dari
sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
4. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian adalah
sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata adalah berupa suatu
objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
2. Jenis
Data Menurut Cara Memperolehnya :
1. Data
Primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh
peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton
bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
2. Data
Sekunder adalah data yang tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti
mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh orang lain dengan
berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contoh :
pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau
majalah.
3.Macam-Macam
Data Berdasarkan Sumber Data :
1.
Data Internal adalah data yang
menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Contoh
: data keuangan, data pegawai, data produksi.
2.
Data Eksternal adalah data yang menggambarkan
situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contoh : data jumlah penggunaan
suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk,
dan lain sebagainya.
4.
Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya :
1. Data
Kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya
adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips
1, dan lain-lain.
2. Data
Kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung
makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam
kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.
5.
Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data :
1. Data
Diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contoh : adalah berat
badan ibu-ibu pkk Perumahan Riung Bandung, nilai dolar dari waktu ke waktu,
dll.
2. Data
Kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada
pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contoh : penggunaan kata sekitar,
kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah pengimpor bahan
baku makanan.
6.
Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya :
1. Data
Cross Section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contoh :
laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei
2004, dan lain sebagainya.
2. Data
Time Series / Berkala Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan
sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh : data time
series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa
dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor
azahari dari bulan ke bulan, dll. Fakta (bahasa Latin: factus) ialah segala
sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia.
7.
Pengertian Informasi
Informasi adalah sejumlah data
yang telah diolah melalui pengolahan data dalam rangka menguji tingkat
kebenarannya dan ketercapaiannya sesuai kebutuhan. Sedangkan data merupakan
bahan mentahnya.
Beberapa definisi tentang informasi dari sumber
yang berbeda-beda:
1.
Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System :
Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut informasi
sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan
nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa
depan.
2.
Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and
Business Organization, dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang
menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang
yang menerimanya.
3.
Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management
Control Systems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item
yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
4.
Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting
Information Systems : Concepts and Practise mengatakan informasi
sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk
pengambilan keputusan bisnis.
Tiga hal penting yang harus diperhatikan dari
informasi, yaitu:
1.
Informasi merupakan hasil pengolahan data
2.
Memberikan makna
3.
Bermanfaat
Ciri-ciri informasi yang berkualitas menurut Mc.
Leod (1997) yaitu:
a.
Akurat, artinya informasi mencerminkan keadaan sebenarnya.
b. Tepat
waktu, artinya informasi harus ada saat diperlukan.
c.
Relevan, informasi yang diberikan harus sesuai yang dibutuhkan.
d.
Lengkap, artinya informasi harus utuh, tidak setengah-setengah.
Berikut ini beberapa ciri informasi yang baik:
a.
Aktual, yaitu informasi terkini yang sedang hangat dibicarakan.
b.
Faktual, yaitu informasi yang didukung dengan fakta sehingga terjamin
kebenarannya.
c.
Bahasa yang di pakai/digunakan singkat, padat dan jelas.
d.
Menarik , yaitu informasi yang memiliki daya tarik atau daya pikat.
Jenis-jenis informasi meliputi:
1. Absolute Information,
merupakan “pohonnya” informasi yaitu jenis informasi yang disajikan dengan
suatu jaminan dan tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
2. Substitusional Information,
jenis informasi yang merujuk pada kasus dimana konsep informasi digunakan untuk
sejumlah informasi. Dalam pengertian ini informasi kadang kala diganti dengan
istilah komunikasi.
3. Philosophic information,
jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang menghubungkan
informasi pada pengetahuan dan kebijakan.
4. Subjective information,
jenis informasi yang berkaitandengan perasaan dan informasi manusia. Kehadiran
infomasi ini bergantung pada orang yang menyajikannya.
5. Objective information,
jenis informasi yang merujuk pada karakter logis informasi informasi tertentu.
6. Cultural information,
informasi yang memberikan tekanan pada dimensi cultural.
Fungsi Sistem Informasi
Beberapa kegunaan atau fungsi sistem informasi
antara lain adalah sebagai berikut:
1.
Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi
para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2.
Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem
informasi secara kritis.
3.
Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4.
Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem
informasi.
5.
Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6.
Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem
informasi dan teknologi baru.
7.
Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8.
Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi,
mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau
pelayanan mereka.
9.
Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada
tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
10. Sistem Informasi Manajemen
untuk Pendukung Pengambilan Keputusan.
Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari sistem dengan mana keputusan diambil, dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui dari lingkungan. Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing.
Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari sistem dengan mana keputusan diambil, dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui dari lingkungan. Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing.
11. Sistem Informasi Manajemen
Berdasarkan Kegiatan Manajemen.
12. Sistem Informasi Untuk
Pengendalian Operasional. Pengendalian operasional adalah proses pemantapan
agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian
operasional menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan
lebih dahulu. Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan.
13. Sistem Informasi Untuk
Pengendalian Manajemen. Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh
manajer departemen untuk mengukur pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian,
merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dna
mengalokasi sumber daya.
14. Sistem Informasi Untuk
Perencanaan Strategis. Tujuan perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan
strategi dimana suatu organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu
untuk perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam
organisasi bisa diadakan.
15. Sistem Informasi Manajemen
Berdasarkan Fungsi Organisasi. Sistem informasi manajemen dapat dianggap
sebagai suatu federasi subsistem yang didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan
dalam suatu organisasi. Masing-masing subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi
yntuk membentuk semua proses informasi yang berhubungan dengan fungsinya,
walaupun akan menyangkut database, model base dan beberapa program komputer
yang biasa untuk setiap subsistem fungsional. Dalam masing-masing subsistem
fungsional, terdapat aplikasi untuk proses transaksi, pengendalian operasional,
pengendalian manajemen, dan perencanaan strategis
Komponen-komponen Informasi
Komponen-komponen informasi meliputi:
1. Root
of Information, yaitu komponen inti dati informasi berada pada tahap
keluaran pertama sebuah proses pengolahan data yang biasanya disampaikan oleh
orang pertama.
2. Bar
of Information, yaitu merupakan badan/batangnya dari informasi yang
disajikan dan memerlukan informasi pendukung, agar informasi inti dapat
diketahui secara utuh. Contoh : headline surat kabar agar pembaca jelas maka
harus membaca informasi selanjutnya.
3. Branch
of Information, yaitu informasi dapat dipahami apabila informasi sebelumnya
telah dipahami. Misalnya, ketika kita membaca glosarium atau indeks ketika
membaca sebuah buku.
4. Stick
of information, yaitu komponen informasi yang sederhana dari cabang
informasi. Bentuk dari informasi ini biasanya berbentuk pengayaan pengetahuan,
kedudukannya hanya sebagai pelengkap, terhadapa informasi yang ada.
5. Bud
of Information, yaitu komponen informasi yang sifatnya semi mikro namun
sangat dibutuhkan, sehingga diwaktu mendatang informasi ini akan berkembang dan
dicari orang, misalnya informasi tentang multiple intelligence, hypoteaching,
kurikulum masa depan, pembelajaran abad ke 21, dan lain-lain.
6. Leaf
of Information, yaitu merupakan informasi pelindung untuk menjelaskan
konidisi dan situasi ketika informasi itu mucul ke permukaan, seperti informasi
tentang prakiraan cuaca, prakiraan kemarau panjang, prakiraan gempa atau
gerhana matahari/bulan.
Perubahan Data Menjadi Informasi
Pemrosesan data (data processing)
adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah DATA menjadi INFORMASI atau
pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa
berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai
yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka
istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua
istilah ini mempunyai arti yang hampir sama,pemrosesan data mengolah dan
memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan),
sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan
menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.Pada saat ini kegiatan Data
Processing sudah semakin luas, baik yang berorientasi kepada ilmu pengetahuan,
komersil/bisnis maupun kegiatan pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan
bermacam-macam sesuai dengan bidang pekerjaan tersebut.
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan
bahwa data tersebut merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang
lebih berguna dan lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil
pengolahan data atau hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari
data menjadi informasi merupakan :
– DATA
– PENGOLAHAN
– INFORMASI
Fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan
data menjadi informasi tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual
(sempoa), mekanis (register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer).
Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang sesuai
dengan keinginan pengguna informasi berdasarkan data-data yang ada. Dalam
siklus informasi data diolah melalui suatu proses menjadi informasi, penerima
kemudian menerima informasi tersebut, membuat keputusan dan melakukan tindakan,
yang berarti mengasilkan suatu tindakan lain yang akan membuat sejumlah data
kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses lagi menjadi
suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.
Dapat disimpulkan bahwa suatu informasi terdiri
dari data yang telah diambil kembali, diolah atau sebaliknya yang digunakan
untuk tujuan informatif, membuat kesimpulan, argumentasi atau sebagai dasar
untuk pengambilan keputusan.
Komentar
Posting Komentar